Kamis, 04 Jun 2020, 11:55:47 WIB, 460 View , Kategori : Umum

Ket Foto : Heleni Filtri, S.Psi.,M.Psi

Pekanbaru - Mengenai pemberitaan penganiayaan yang dilakukan oleh pelajar SMP di Kecamatan Rambah, Rohul terhadap bocah berumur 4 tahun, hal ini membuat ahli Psikolog, Heleni Filtri, S.Psi., M.Psi angkat bicara, Rabu (03/06/2020).

Dalam pengakuan wanita yang akrab disapa Fifil itu, melihat dan mendengar informasi yang dikeluarkan oleh awak media Riausmart.com, diprediksi NN (4) bocah korban penganiayan oleh Pelajar SMP mengalami trauma berat, hal ini terbukti dengan kondisi NN yang sering kali ketakutan ketika melihat orang banyak, apalagi laki-laki.

”Tentunya korban mengalami trauma berat, hal ini terbukti dengan takutnya dia ketika bertemu orang banyak, apalagi dengan laki-laki,” jelas ahli psikolog itu.

Kepala Prodi PG PAUD FKIP Unilak itu juga mengatakan, justru trauma NN lebih mendalam dari yang terlihat.

”Karena korban umurnya masih belia, yakni 4 tahun, tentu ini berpengaruh terhadap perkembangan anak dikemudian hari, karena anak di usia 4 tahun adalah masa dimana dia mengenal baik dan buruk,” jelas Fifil.

Selain terganggunya perkembangan korban, Fifil juga mengatakan hal terburuk yang akan terjadi pada Korban adalah dia akan menjadi pribadi yang tertutup, tidak ingin berjumpa orang lain, sehingga mengganggu kehidupan sosialnya dikemudian hari.

”Yang terparahnya lagi adalah karena perlakuan penganiayaan tersebut, korban akan membenci laki-laki yang berakibat buruk pada masa depannya, yakni bisa jadi tidak akan menyukai laki-laki atau anti sosial,” tuturnya.

Oleh sebab itu, Fifil berharap adanya pengayoman dari pihak pemerintah daerah seperti Dinas Sosial yang akan memberikan terapi berbentuk pendampingan kepada anak dan hal itu tentu juga membutuhkan kerjasama antara orangtua dan lingkungan sekitar.

”Memang untuk menyembuhkannya ini berat dan butuh waktu yang lama, namun, berbagai pihak diharapkan mampu untuk mengembalikan keceriaan korban, terutama orang tua korban itu sendiri,” imbuhnya.

”Kita dapat mengajak korban untuk bermain dan bercerita tentang hal apa yang ia suka, sehingga dapat membantu menghilangkan ingatan korban tentang penganiayan yang telah terjadi padanya,” lanjutnya.

”Di usia anak 4 tahun adalah masa dimana dia suka sekali bermain, maka orang tua korban dapat membawa dia ke tempat objek wisata, atau sekedar rekreasi untuk melupakan kejadian pahit yang telah menimpanya dulu,” tutupnya. *(RiauSmart.com)



IKA FKIP Universitas Lancang Kuning Mantapkan Kerjasama Dengan Pemko Pekanbaru
Kamis, 09 Jul 2020, 09:00:12 WIB, Dibaca : 37 Kali
Bantu Promosi Kampus, IKA FKIP Unilak Akan Agendakan Audiensi Dengan Pemko Pekanbaru
Selasa, 30 Jun 2020, 15:10:56 WIB, Dibaca : 130 Kali
Webinar FKIP : The Story of Succesfull Alumni
Selasa, 30 Jun 2020, 14:56:16 WIB, Dibaca : 82 Kali

Tuliskan Komentar
Banner
Sekilas Info
TPA Unilak Golden School Menerima Pendaftaran Siswa Baru
Pendaftaran Mahasiswa Baru T.A 2020/2021 FKIP UNILAK s/d 7 Agustus 2020. Kunjungi www.pmb.unilak.ac.
Penerimaan Mahasiswa Baru T.A 2020/2021 FKIP UNILAK Telah di Buka. Kunjungi www.pmb.unilak.ac.id.
Statistik Pengunjung
Pengguna Online 2
Pengunjung Hari ini 42
Hits hari ini 50
Total Hits 5478
Total pengunjung 2947